
TaipeiPoker — PERNAHKAH kamu bertanya, kenapa ya Hari Valentine selalu dikaitkan dengan pemberian cokelat? Dilansir oleh tim TaipeiPoker dari SandraChamplain, Senin (13/2/2017) hampir semua orang memberikan kado cokelat untuk pasangannya tapi mereka kebanyakan tidak tahu sejarah dan makna di baliknya. Padahal, ada lho sejarah tentang hal ini!
Pada abad ke-4 sebelum masehi, bangsa Romawi kuno mengadakan pesta rutin yang disebut Lupercalia tepat pada 15 Februari. Para pria dan wanita dipasangkan pada pesta ini selama satu tahun, dengan cara dicomblangkan secara acak, oleh karenanya banyak pasangan yang menikah usai pesta ini.
Tapi sayangnya, penguasa saat itu, Claudius II, melarang pernikahan karena semakin banyak pria yang menikah maka akan semakin sedikit yang turut berpartisipasi dalam perang. Hingga akhirnya datang seorang Uskup sekaligus Martir Kristen yang berjasa bernama Valentine, yang secara diam-diam menikahkan para pasangan tersebut, hingga akhirnya ketahuan dan dihukum mati pada 14 Februari.
Singkat cerita, pada 1840, sejarah mencatat ini adalah kali pertama cokelat disantap dengan cara dimakan. Tahun sebelumnya cokelat disantap dalam bentuk minuman. Para ahli kimia Belgia bekerja siang dan malam untuk menggabungkan kakao dengan gula dan mentega sehingga mendapatkan tekstur yang padat dan bisa dicetak.
Cokelat kemudian dikaitkan dengan cinta, salah satu alasannya karena cokelat mengandung zat phenylethylamine yang merupakan bahan alami yang diproduksi otak ketika sedang jatuh cinta. Jadi cokelat bisa dikatakan sebagai hadiah yang membuat bahagia. Orang-orang beranggapan dan berharap jika memberi cokelat pada hari Valentine artinya memberikan hadiah kebahagiaan. Jadi tak heran jika saat ini cokelat jadi kado utama ketika Valentine tiba.
ConversionConversion EmoticonEmoticon